Oleh: nuzulla | 21 Oktober 2008

Sketsa Rasa Syukur

Tiada kata terindah yang patut kita utarakan selain kata syukur. Syukur yang terbesar, syukur sebanyak – banyaknya , atas nikmat Allah Sang Pemberi, Yang memberi nikmatNya tanpa dapat terhitung.

Tiada nyanyian terindah yang dapat menyejukkan sanubari semerdu irama syukur. Syukur yang agung, syukur setulus – tulusnya, atas karunia Allah Yang Maha Pemurah, yang melimpahkan karuniaNya tanpa dapat  dihitung.

Tiada mutiara terindah yang begitu berkilau di tengah gelapnya ketamakan hati seindah ucapan syukur. Syukur yang seindah – indahnya, membingkai hati bagai kalung mutiara. Atas kasih sayang Allah Yang Maha Pengasih, yang mencurahkan nikmatNya tanpa memilih kasih.

Tiada sungai yang mengaliri hati sesejuk lantunan syukur. Syukur dari hati yang jernih, sejernih mata air yang memancar membasahi tanah – tanah gersang, mensyukuri kasih sayang Allah Yang Maha Penyayang, yang memberi tambahan nikmatNya kepada orang – orang mukmin di akhirat.

Tiada warna yang lebih ceria dari kebersihan warna syukur. Syukur bagaikan hamparan kain sutra yang paling putih, seputih kemilau salju di bawah sinaran matahari. Memuji kebesaran Allah Yang Maha Pemberi Rizki, yang menanggung rizki seluruh makhlukNya, tanpa kekurangan suatu apa.

Tiada aroma seharum semilir aroma syukur. Syukur yang bersumber dari bunga – bunga hati yang bermekaran, menerima curahan rahmat Allah Yang Maha Mengasihi, tiada henti sepanjang masa.

Tiada musim yang singgah di hati sehangat saat – saat seorang hamba bersyukur. Berterima kasih atas pancaran kehangatan anugerah yang diberikan Robbnya. Sehangat kobaran api unggun di tengah malam beku padang rumput musim salju.

Ya Allah, Engkau telah tunjukkan kami manisnya nikmatMu, maka tuntunlah kami untuk senantiasa berterima kasih padaMu. Golongkanlah kami ke dalam kelompok hamba – hambaMu yang bersyukur. Jadikanlah kami hamba – hambaMu yang bersikap amanah dalam menjaga pemberianMu. Kuatkanlah kami agar mampu beribadah dalam rangka mensyukuri karuniaMu. Terimalah amal kami walau penuh cacat – sebagai wujud rasa syukur kami atas segala pemberianMu, karena hanya inilah yang dapat kami persembahkan. Meski kami tahu amal kami takkan pernah bisa membalas setitikpun nikmatMu. Meski kami tahu pengabdian kami padaMu tak pernah sempurna. Meski kami tahu Engkau senantiasa mempersembahkan nikmatMu untuk kami sementara kami mempersembahkan kesalahan – kesalahan kami di hadapanMu.

Ya Allah, ampunilah kami…Maafkanlah kesalahan – kesalahan kami. Kami hanya mampu mengandalkan rahmatMu. Engkaulah Yang Maha Mengadili. Kami mohon perlindunganMu dari siksa – siksaMu. Hanyalah Engkau yang menguasai Hari Pembalasan, maka hanyalah Engkau yang berkuasa untuk memberikan ampunan. Jadikanlah pemberian – pemberian yang Engkau titipkan pada kami sebagai nikmat dan bukan sebagai istidraj. Janganlah Engkau siksa kami apabila kami lupa atau berbuat salah. Janganlah Engkau amanahkan kami beban seberat beban amanahMu untuk generasi pendahulu kami. Janganlah Engkau amanahkan beban yang tak sanggup kami pikul.

Amin


Beri tanggapan

Your response:

Kategori